Rabu, 02 Mei 2018

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN KIMIA


PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN KIMIA


Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar (Arsyad, 2007). Corey (dalam Sagala, 2008) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses di mana lingkungan seseorang secara  sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Jadi pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
            Dari  pengertian  media dan pembelajaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah  segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang  pikiran, membangkitkan semangat, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.
Ada beberapa manfaat media pembelajaran sebagaimana yang dinyatakan oleh  Sudjana dan Rivai (2005), antara lain menarik perhatian siswa, bahan   lebih jelas maknanya, metode mengajar akan lebih bervariasi, siswa  lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Sutopo (2003) menjelaskan bahwa multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif.  Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya televisi dan film. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran. 
Multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap  serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pembelajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.


Dari kajian di atas secara eksplisit dapat dimaknai bahwa pengembangan multimedia pembelajaran yang secara simultan mampu menampilkan teks, gambar, grafik, suara, video atau animasi disebut multimedia pembelajaran interaktif. Menurut Warsita (2009), multimedia pembelajaran interaktif   memiliki beberapa kelebihan, yaitu: fleksibel, self-pasing, content rich, interaktif, dan individual. Fleksibel maksudnya program multimedia pembelajaran interaktif bersifat fleksibel dalam pemberian kesempatan untuk memilih isi setiap mata pelajaran yang disajikan, juga variasi serta penempatannya untuk diakses. Selain itu fleksibel dalam pemanfaatannya yang bisa di kelas, secara individual atau secara kelompok kecil serta fleksibel penggunaan waktu.
Self-pasing maksudnya program multimedia pembelajaran interaktif bersifat melayani kecepatan belajar individu, artinya kecepatan waktu pemanfaatannya sangat tergantung kepada kemampuan dan kesiapan masing-masing peserta didik yang menggunakannya. Peserta didik yang cepat diberi kesempatan untuk memacu kecepatan belajarnya seoptimal mungkin, sebaliknya bagi yang lambat juga diberi kesempatan untuk mengulang dan mempelajari dalam waktu yang lebih banyak.
Kaya isi (Content-rich) maksudnya program multimedia pembelajaran interaktif bersifat kaya isi, artinya program ini menyediakan isi informasi yang cukup banyak, bahkan  berisi materi pelajaran yang sifatnya pengayaan dan pendalaman. Interaktif maksudnya program multimedia pembelajaran interaktif   bersifat komunikasi dua arah, artinya memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna, dan melakukan berbagai aktivitas yang akhirnya juga dapat direspon balik oleh program multimedia dengan suatu balikan atau feedback. Tingkat interaktivitas ini merupakan tolak ukur dalam menilai kualitas program multimedia pembelajaran interaktif. Individual maksudnya program multimedia pembelajaran interaktif bersifat melayani kecepatan belajar individu, artinya program multimedia ini sejak awal sudah dirancang dan disediakan untuk memenuhi minat dan kebutuhan belajar individu peserta didik. Multimedia terdiri dari beberapa objek, yaitu teks, grafik, gambar, animasi, audio, video, dan link interaktif (Sutopo, 2003).
Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis multimedia. Teks adalah elemen utama dalam proses penyampaian informasi. Jika teks kurang jelas maka elemen-elemen media lain akan gagal menyampaikan makna yang dikehendaki. Oleh karena itu teks yang digunakan pada pengembangan multimedia adalah teks yang  ringkas tetapi padat, menggunakan typeface dan font yang bersesuaian, teks dapat dibaca dari jarak yang sesuai, pemilihan gaya tulisan dan warna teks bersesuaian dengan sasaran dan tujuan. Image yang dimaksud di sini merupakan suatu bentuk yang menunjukkan sifat-sifat tertentu yang direpresentasikan oleh grafik, gambar, dan foto. Grafik merujuk kepada berbagai bentuk image atau paparan visual tidak bergerak seperti lukisan, gambar foto, ilustrasi dan sebagainya. Animasi berarti gerakan image atau video, seperti gerakan partikel atom. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan satu gambar saja, atau sekumpulan gambar. Animasi merujuk kepada suatu proses menjadikan sesuatu objek agar kelihatan hidup atau memberi gambaran bergerak kepada sesuatu yang pada dasarnya bersifat statik.
Audio merupakan cara lain untuk lebih memperjelas pengertian suatu informasi. Suara dapat lebih memperjelas karakteristik suatu gambar, misalnya musik dan suara efek. Audio digunakan untuk membantu proses penyampaian informasi agar  lebih mantap dan berkesan. Audio juga boleh digunakan untuk meningkatkan motivasi dan menimbulkan suasana yang lebih menarik. 


Video merupakan objek multimedia yang  paling dinamis dan realistis dibandingkan dengan objek-objek multimedia lain. Video dapat mempengaruhi motivasi seseorang terhadap proses penerimaan informasi dan juga mempengaruhi perasaan dan emosi para pengguna dengan lebih nyata.
Interactive link dengan informasi yang berkaitan sering kali dihubungkan secara keseluruhan sebagai hypermedia. Secara spesifik, dalam hal ini termasuk hypertext (hotword), hypergraphics dan hypersound menjelaskan jenis informasi yang dihubungkan. Interactive link diperlukan bila pengguna menunjuk pada suatu objek atau tombol supaya dapat mengakses program tertentu.  
Metodologi Penelitian
Metode  yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian  dan pengembangan. Akker (1999) menyatakan bahwa proses penelitian dan pengembangan dimulai dari aktivitas analisis, merancang, mengevaluasi dan merevisi sampai tujuan yang diinginkan. 
Model yang menjadi acuan pada penelitian ini adalah  model pengembangan produk multimedia dari Luther yang terdiri dari enam tahap yaitu;  konsep (concept), desain (design), pengumpulan bahan (material collecting), pembuatan (assembly), tes (testing) dan evaluasi (evaluation)  
 Sesuai dengan model pengembangan yang digunakan, maka secara prosedural tahap-tahap yang dilakukan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif adalah sebagai berikut:
1)      Konsep (Concept)
  Tahap konsep ini terdiri dari beberapa sub tahapan, yaitu: tahap analisis kebutuhan yang terdiri dari analisis proses pembelajaran  analisis karakteristik siswa, analisis materi dan tahap penentuan spesifikasi produk. Tahap analisis kebutuhan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang   masalah/hambatan/fenomena apa saja yang dihadapi di lapangan sehubungan dengan pembelajaran kimia. Tahap analisis karakteristik siswa dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan awal siswa terhadap komputer (literacy computer), tahap analisis materi dimaksudkan untuk memilih materi yang potensial untuk disampaikan dan dituangkan ke bentuk format multimedia untuk mencapai kompetensinya. Sedangkan pada tahap penentuan spesifikasi dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya.
2)      Desain (Design)
Langkah pertama yang akan dilakukan pada tahap desain  ini adalah membuat flowchart view (diagram alur), kemudian dilanjutkan dengan pembuatan storyboard (alur cerita). Flowchart view digunakan untuk menentukan link dari halaman satu ke halaman berikutnya sedangkan  storyboard  untuk menggambarkan tampilan dari tiap scene. 


3)      Pengumpulan Bahan (Material Collecting)
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bahan-bahan yang akan melengkapi sajian program.  Bahan-bahan yang disiapkan diantaranya   rekaman suara, grafis, animasi.
4)      Pembuatan (Assembly)
Pada tahap ini merupakan tahap dimana seluruh objek multimedia digabungkan. Pembuatan didasarkan pada  flowchart view dan storyboard yang sudah dibuat pada tahap desain. Software yang digunakan adalah Macromedia Flash 8.
5)      Tes (Testing)
Testing dilakukan setelah tahap pembuatan dan seluruh data telah dimasukkan.  Pertama-tama testing akan dilakukan secara modular untuk memastikan apakah hasilnya seperti yang diinginkan.
6)      Tahap Evaluasi (Evaluation)
 Evaluasi dilakukan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar. Evaluasi yang  dilakukan adalah   evaluasi formatif yang terdiri dari evaluasi ahli (expert review), evaluasi satu-satu (one-to-one), evaluasi kelompok kecil (small group), serta uji lapangan (field test).
Evaluasi ahli (expert review) dan evaluasi satu-satu (one-to-one), bertujuan untuk melihat validitas media.  Evaluasi oleh kelompok kecil (small group) bertujuan untuk melihat praktikalitas dan efek potensial. Uji lapangan (field test) bertujuan untuk melihat efek potensial media terhadap hasil belajar. Uji lapangan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Palembang  dan subjek uji cobanya adalah siswa kelas XI IPA 3 tahun pelajaran 2009/2010.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas siswa selama proses uji coba. Data observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tes diberikan untuk melihat efektifitas  ditinjau dari tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari dalam multimedia interaktif. Data tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Angket digunakan untuk mengukur sikap siswa berupa respon siswa terhadap pembelajaran kimia yang menggunakan multimedia interaktif. Data angket dianalisis secara kuantitatif menggunakan skala Likert.   



Materi 17.2 Fenomena di lapisan luar pada atmosfer (dari buku Chemistry Raymond Chang)


Terjemahkan materi 17.2 dari buku Chemistry Raymond Chang

17.2 Fenomena di Lapisan Luar pada Atmosfer
Pada bagian ini, kita akan membahas dua fenomena menyilaukan yang terjadi di daerah luar atmosfer. Salah satunya adalah peristiwa alam. Yang lain adalah penasaran dengan produk perjalanan ruang angkasa manusia.

Aurora Borealis dan Aurora Australis
letusan hebat pada permukaan matahari, yang disebut fl ares surya, mengakibatkan pengusiran segudang elektron dan proton ke ruang angkasa, di mana mereka mengganggu transmisi radio dan memberikan kami spektakuler menunjukkan cahaya langit yang dikenal sebagai aurora (Gambar 17.4 ). Elektron dan proton bertabrakan dengan molekul dan atom di bagian atas atmosfer bumi, menyebabkan mereka menjadi terionisasi dan elektronik bersemangat. Akhirnya, molekul bersemangat dan ion kembali ke keadaan dasar dengan emisi cahaya. Sebagai contoh, sebuah atom oksigen bersemangat memancarkan foton pada panjang gelombang 558 nm (hijau) dan antara 630 nm dan 636 nm (merah):
di mana tanda bintang menunjukkan spesies elektronik bersemangat dan hv foton yang dipancarkan (lihat Bagian 7.2). Demikian pula, biru dan ungu warna sering diamati di aurora hasil dari transisi dalam molekul nitrogen terionisasi:
Panjang gelombang untuk transisi ini jatuh antara 391 dan 470 nm.
Aliran masuk proton surya dan elektron berorientasi oleh bumi magnet lapangan sehingga sebagian menampilkan aurora terjadi di zona berbentuk donat 2000 km dengan diameter berpusat pada Kutub Utara dan Selatan sekitar. Aurora borealis adalah nama yang diberikan untuk fenomena ini di belahan bumi utara. Di belahan bumi selatan, hal itu disebut aurora australis. Kadang-kadang, jumlah partikel matahari begitu besar bahwa aurora juga terlihat dari lokasi lain di Bumi.

CONTOH
17.1 Entalpi ikatan O2 adalah 498,7 kJ / mol. Hitung panjang gelombang maksimum (nm) dari foton yang dapat menyebabkan disosiasi molekul O2.
Strategi Kami ingin menghitung panjang gelombang dari foton yang akan memecah ikatan OPO. Oleh karena itu, kita membutuhkan jumlah energi dalam satu ikatan. Entalpi ikatan O2 diberikan dalam satuan kJ / mol. Yang dibutuhkan untuk energi satu ikatan unit J / molekul. Setelah kita tahu energi dalam satu ikatan, kita dapat menghitung frekuensi minimum dan panjang gelombang maksimum yang diperlukan untuk memisahkan satu molekul O2. Langkah-langkah konversi

Komentar Pada prinsipnya, setiap foton dengan panjang gelombang 240 nm atau lebih pendek dapat memisahkan suatu O2 molekul.
Praktek Latihan Hitung panjang gelombang (dalam nm) dari foton yang diperlukan untuk memisahkan molekul O3:
Misteri Cahaya dari pesawat ulang-alik
Buatan manusia pertunjukan cahaya yang baffl ilmuwan ed selama beberapa tahun diproduksi oleh pesawat ulang-alik yang mengorbit Bumi. Pada tahun 1983, astronot pertama-tama melihat cahaya jingga menakutkan pada permukaan luar pesawat ruang angkasa mereka pada ketinggian sekitar 300 km di atas Bumi (Gambar 17.5). Cahaya, yang biasanya memanjang sekitar 10 cm dari ubin silika pelindung panas dan bahan permukaan lainnya, yang paling menonjol pada bagian-bagian dari pesawat ulang-alik menghadapi arahnya perjalanan. Fakta ini menyebabkan para ilmuwan untuk mendalilkan bahwa tabrakan antara atom oksigen di atmosfer dan antar-jemput bergerak cepat entah bagaimana menghasilkan cahaya oranye. Pengukuran spektroskopi dari cahaya itu, serta tes laboratorium, sangat menyarankan bahwa nitrat oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) juga memainkan bagian. Hal ini diyakini bahwa atom oksigen berinteraksi dengan oksida nitrat diserap pada (yang, terikat) permukaan antar-jemput untuk membentuk nitrogen dioksida elektronik bersemangat:
Sebagai NO2 * meninggalkan shell dari pesawat ruang angkasa, memancarkan foton pada panjang gelombang 680 nm (oranye).
Dukungan untuk penjelasan ini datang secara tidak sengaja pada tahun 1991, ketika kapal astronot Penemuan dirilis berbagai gas, termasuk karbon dioksida, neon, xenon, dan oksida nitrat, dari teluk kargo dalam perjalanan percobaan yang tidak terkait. Diusir satu per satu, gas-gas ini tersebar ke permukaan ekor pesawat itu. Oksida nitrat menyebabkan cahaya shuttle yang normal untuk mengintensifkan nyata, tetapi gas lainnya tidak berpengaruh pada itu. Apa sumber nitrat oksida di luar pesawat ruang angkasa? Para ilmuwan percaya bahwa beberapa mungkin berasal dari gas buang yang dipancarkan oleh roket pesawat itu dan bahwa beberapa itu hadir di atmosfer sekitarnya. Cahaya shuttle tidak membahayakan kendaraan, tapi itu tidak mengganggu pengukuran spektroskopi pada obyek yang jauh terbuat dari pesawat ruang angkasa.


Penjelasan Lengkap Aurora dan 5 Tempat untuk Menikmatinya


Aurora merupakan gejala alam dimana terlihat cahaya yang menari-nari indah dilangit dengan berbagai warna. Aurora adalah gejala alam yang biasanya terjadi di daerah kutub, baik kutub selatan maupun utara. Walaupun begitu, aurora sendiri seringkali terlihat didaerah atas pegunungan tropis, namun aurora jenis ini sangat jarang terjadi.
Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata aurora tidak hanya terdapat dibumi, namun di planet lain juga terdeksi memiliki fenomena alam ini. Bahkan hal ini sangat wajar terjadi diplanet-planet yang berada di galaksi Bima Sakti. Salah satunya yaitu aurora yang terdeteksi di Planet Jupiter. Bahkan aurora diplanet ini 100 kali lebih terang daripada yang ada dibumi. Selain itu, bahkan di planet asing lain diperkirakan ada yang mencapai 100 ribu kali lebih terang dari pada aurora yang berada dibumi. Namun hal tesebut sangat sulit dideteksi karena sangat banyak planet-planet di Galaksi serta sangat jauhnya jarak planet-planet tersebut.

Proses Terjadinya Aurora


Aurora adalah efek cahaya yang seolah-olah menari diatas langit dengan berbagai warna. Aurora sendiri terjadi di lapisan ionosfer. Dimana cahaya yang ditimbulkan merupakan akibat adanya interaksi antara medan magnetik sebuah planet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin surya).
Aurora tercipta karena  adanya miliaran partikel energi yang terdiri dari proton dan elektron dilontarkan matahari dengan kecepatan tinggi hingga 500 mil per detik dalam sebuah pancaran cahaya matahari. Pancaran ini biasa disebut dengan angin matahari atau solar wind yang terbentuk karena adanya ledakan besar dipermukaan matahari (Coronal Mass Ejection ).
Setelah melalui perjalanan ke bumi yang bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari, partikel matahari dan medan magnet bumi yang saling bertumbukan menyebabkan pelepasan partikel yang sudah terjebak didekat bumi. kemudian, partikel yang terjebak tersebut memicu reaksi dibagian atas atmosfer (ionosfer) dimana molekul oksigen dan nitrogen beraksi dan melepaskan foton cahaya. Foton cahaya inilah yang kita lihat sebagai cahaya terang yang menari-nari diatas langit yang disebut aurora.
NASA sendiri sebagai organisasi terdepan yang melakukan penelitian tentang luar angkasa dan bumi masih melakukan berbagai penelitian tentang aurora ini. Diantaranya ialah melalui peluncuran rocket yang merupakan bagian dari misi Ground-to-Rocket Electrodynamics–Electron Correlative Experiment (GREECE) pada Maret tahun ini. Misi tersebut bertujuan untuk lebih memahami bagaimana aurora terbentuk.
Macam-Macam Aurora
Aurora sendiri hanya terdiri dari dua macam, yaitu aurora yang terjadi dikutub utara dan aurora yang terjadi di kutub selatan :
  • Aurora Borealis
Aurora Borealis adalah aurora yang terjadi di kutub utara. Borealis sendiri merupakan bahasa yunani dari angin utara. Aurora berealis dapat dilihat didaerah arktik dimana meliputi negara Utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia.
  • Aurora Australis
Seperti namanya, aurora ini sering terjadi di belahan bumi selatan. Maka tak heran namanya seperti negara didekat kutub selatan yaitu Australia. Selain itu, aurora jenis ini juga pernah terjadi digunung tertinggi di Indonesia.Padaaurora Australis mendapatkan namanya yang disesuaikan dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar. Kemudian Australis berasal dari bahasa Latin yang berarti Selatan, sedangkan Aurora Australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan.
Tempat-Tempat Indah untuk Menikmati Aurora di Sepanjang Tahun
Berikut ini adalah tempat-tempat yang dapat dikunjungi untuk melihat aurora. Namun uniknya, ditempat ini kita bisa melihat aurora sepanjang tahun, bukan dibulan-bulan tertentu seperti tempat lainnya. Jadi, bagi anda yang ingin malihat indahnya aurora, silahkan pergi ketempat ini.
5 Tempat untuk melihat aurora dikutip dari okezone.com :
1. Tromso, Norwegia
Anda bisa ikut tur yang memang mengejar sinar aurora. Lembaga turisme Norwegia, Mona Ravndal merekomendasikan perjalanan ke Hurtigruten, daerah Norwegian Coastal Steamer untuk meilhat aurora.
Sebuah pelayaran bernama “Northern Lights Cruise” biasanya hanya dilakukan pada bulan Desember, namun tur perjalanan selama 7 hari ke kota Tromso dan North Cape, daerah yang konon paling terang untuk melihat aurora, tersedia sepanjang tahun.
Pilihan lainnya adalah mengikut layanan travel dengan bus di dalam kota dan Ersfjorden yang berangkat menjelang tengah malam.
2. Yellowknife, Kanada
Jika Anda lebih tertarik untuk melihat aurora sambil menginap di kemah ala orang Indian, kunjungi taman Aurora Village di Yellowknife, Kanada.
Hanya 25 menit perjalanan dari pusat kota, tempat kemping ini menyediakan kemah teepee, lengkap dengan penghangat dan tempat duduk untuk Anda menikmati pemandangan fenomena sinar dengan latar belakang langit hitam.
3. Fairbanks, Alaska, Amerika Serikat
Pengalaman berbeda ditawarkan di sini. Salah satu cara paling menyenangkan untuk menikmati Aurora di Amerika Serikat adalah dengan sambil berendam di kolam air panas.
Fairbanks juga merupakan lokasi Geophysical Institute di University of Alaska, Fairbanks. Mereka merekomendasikan resor bernama Chena dan Manley Spring.
Chena memberi kemudahan perlengkapan dan konektivitas dengan bandara Fairbanks dengan shuttle bus. Hotel-hotel di daerah ini juga menyediakan layanan alarm untuk membangunkan para tamu di malam hari yang berniat melihat aurora.
4. Kangerlussuaq, Greenland
Wilayah dengan iklim cukup stabil dan langit cerah sepanjang tahun ini memberikan kesempatan untuk banyak orang menikmati indahnya cahaya aurora.
World of Greenland — Arctic Circle (Wogac) menawarkan tur melihat cahaya utara ini mulai dari bulan Oktober hingga April. Di bulan Februari – April, mereka juga menawarkan ekspedisi dengan tarikan anjing ke daerah barat kota Sisimiut.
Menginap di Hotel Kangerlussuaq di bandara cukup nyaman, namun cenderung mahal. Hotel ini juga menawarkan tur ke arah puncak es. Jangan tutup tirai kamar Anda, karena kadang cahaya aurora bisa terlihat dengan jelas.
5. Wilayah selatan
Meski menjadi lokasi terbaik untuk melihat Aurora Australis, Antartika adalah yang paling sulit untuk didatangi, kecuali orang-orang tertentu yang memang datang untuk membantu penelitian dan peneliti itu sendiri. Perusahaan-perusahaan ekspedisi baru akan memulai tur setelah bulan Februari.
Selain itu, Anda juga bisa melihat sedikit cahaya aurora di Stewart Island, atau dikenal dengan pulau Rakiura oleh suku Maori. Dengan penghuni kurang lebih 400 orang, wilayah ini menawarkan pemandangan alam memukau.
Sumber : https://sekilasatmosfer.wordpress.com/aurora/



Kamis, 19 April 2018

PENILAIAN HASIL BELAJAR KIMIA



NAMA           : SAKTI
NIM                : ACC 115 026

                                               PENILAIAN HASIL BELAJAR KIMIA

                                              Hasil gambar untuk penilaian hasil belajar

A.    Teori Tentang Model-Model Penilaian Hasil Belajar Kimia
Menurut Sudjana (1989:5) dilihat dari fungsinya, jenis penilaian ada beberapa macam, yaitu penilain formatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif, dan penilaian penempatan.
1.      Penilaian formatif
Peniaian formatif merupakan penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri. Dengan demikian, penilaian formatif berorientasi kepada proses belajar mengajar. Dengan penilaian formatif diharapkan guru dapat memperbaiki program pengajaran dan strategi pelaksanaannya.
2.      Penilaian sumatif
Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, yaitu catur wulan, akhir semester, dan akhir tahun. Tujuannya adalah untuk melihat hasil yang dicapai oleh para siswa, yakni seberapa jauh tujuan kurikuler dikuasai oleh para siswa. Penilaian ini berorientasi kepada produk, bukan kepada proses (Sudjana, 1990: 5).
3.      Penilaian Selektif
Penilaian selektif merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya.
4.      Penilaian Diagnostik
Penilaian diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan siswa serta faktor penyebabnya.
5.      Penilaian Penempatan
Penilaian penempatan adalah penilaian yang ditujukan untuk mengetahui keterampilan prasyarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar seperti yang diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu. Dengan perkataan lain, penilaian ini berorientasi kepada kesiapan siswa untuk menghadapi program baru dan kecocokan program belajar dengan kemampuan siswa (Sudjana, 1990: 5).

B.     Teknik dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Kimia
a)      Penilaian Kompetensi Sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
1.  Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
2.  Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3.    Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4.   Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b)      Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
1. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
2.    Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c)      Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
1. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
2. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan,  pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3.   Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:
1.    Substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
2. Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan.
3. Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

                                             Hasil gambar untuk animasi gambar penilaian hasil belajar siswa

Dari pokok bahasan diatas adapun ide/gagasan saya tentang persoalan diatas yaitu sebagai berikut:
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.
Sesuai dengan tujuan tersebut, penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi, tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai, seperti unjuk kerja/kinerja (performance), penugasan (proyek), hasil karya (produk), kumpulan hasil kerja siswa (portofolio), dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Jadi, tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik, baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya, dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik.
Dari beberapa kajian yang berhubungan dengan penilaian pada uraian diatas, ada beberapa saran khususnya bagi penilai antara lain :
  1. Jangan memberikan nilai dadakan untuk nilai raport taanpa memeriksa hasil ulangan mereka.
  2. Jangan menebak-nebak nilai siswa tanpa memeriksa hasil ulangan.
  3. Lakukanlah penilaian siswa secara autentik
  4. Hargailah nilai siswa sekecil apapun
  5. Lakukan prosedur penilaian agar penilaian dapat  maksimal.                                                                                         Hasil gambar untuk animasi gambar guru
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian ini dilaksanakan dalam bentuk penugasan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Berbagai macam ulangan dilaksanakan dengan menggunakan teknik dan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk
a). Menilai pencapaian kompetensi peserta didik,
b). Bahan penyusunan laporan hasil belajar, dan
c). Memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen baik tes maupun nontes atau penugasan yang dikembangkan sesuai dengan karateristik kelompok mata pelajaran. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik harus terencana, terpadu, menyeluruh, dan berskesinambungan. Dengan penilaian ini diharapkan pendidik dapat.
a). Mengetahui kompetensi yang telah dicapai peserta didik,
b). Meningkatkan motivasi belajar peserta didik,
c). Mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditentukan.
d). Memperbaiki strategi pembelajaran.
e). Meningkatkan akuntabilitas sekolah.


Hasil gambar untuk animasi gambar guru


Untuk menuju kualitas pembelajaran yang baik, diperlukan sistem penilaian yang baik pula. Agar penilaian dapat berfungsi dengan baik, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka sangat perlu untuk menetapkan standar penilaian yang akan menjadi dasar dan acuan bagi guru dan praktisi pendidikan dalam melakukan kegiatan penilaian. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu kerjasama yang baik dari beberapa pihak terkait, seperti guru, siswa dan sekolah. Ketiga pihak tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda sesuai dengan proporsi masing-masing. Jika masing-masing pihak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya maka akan tercipta suatu suasana yang kondusif, dinamis, dan terarah untuk perbaikan kualitas pembelajaran melalui perbaikan sistem penilaian. Hingga Tujuan akhir dari suatu proses pembelajaran adalah sertiap siswa diharaplkan dapat mencapai kompetensi atau tujuan pembelaaran yang telah ditetapkan. Kalau demikian maka semestinya setiap individu siswa diberi kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kecepatannya. Inilah yang sebenarnya menjadi konsep belajar tuntas (mastery learning). Jika diberikan kesempatan yang cukup pada dasarnya setiap individu siswa dapat mencapai semua tujuan pembelajaran yang telah diteptakan. Yang membedakan adalah kecepatan setiap individu siswa dalam mencaai tujuan tersebut.

Sumber bacaan : 
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN