Rabu, 24 Februari 2016

Gas Ideal

 Nama : Sakti
 NIM   : ACC 115 026



RANGKUMAN GAS IDEAL

PENGERTIAN GAS IDEAL
Gas ideal merupakan kumpulan dari partikel-partikel suatu zat yang jaraknya cukup jauh dibandingkan dengan ukuran partikelnya.Partikel-partikel itu selalu bergerak secara acak ke segala arah.Pada saat partikel-partikel gas ideal itu bertumbukan antar partikel atau dengan dinding akan terjadi tumbukan lenting sempurna sehingga tidak terjadi kehilangan energi.


Gas ideal merupakan gas yang memenuhi asumsi-asumsi berikut:
1.Suatu gas terdiri atas molekul-molekul yang disebut molekul.Setiap molekul identik(sama)        sehingga tidak dapat dibedakan dengan molekul lainnya.
2.Molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak ke segala arah.
3.Molekul-molekul gas ideal tersebar merata di selruh bagian.
4.Jarak antara molekul gas jauh lebih besar dari pada ukuran molekulnya.
5.Tidak ada gaya interaksi antarmolekul;kecuali jika antar molekul saling bertumbukanatau terjadi  tumbukan antara molekul dengan dinding.
6.Semua tumbukan yang terjadi baik antar molekul maupun antara molekul dengan dinding merupakan tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu yang sangat singkat (molekul dapat di pandang seperti bola keras yang licin).
7.Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.


a.    Tekanan (P)
Text Box: 1 atmosfer =76 cm HgTekanan adalah besarnya gaya yang bekerja tiap satuan luas.Gas adalah zat yang sifatnya peka terhadap tekanan ataupun suhu.Bila tekanan berubah,mkaa volume berubah demikian juga kerapatannya.
b.       Volume gas (V)
Volume gas sangat dipengaruhi oleh tekanan.Karena sifat molekul gas yang mudah mengisi ruangan,maka yang dimaksud volume (isi) adalah seluruh ruangan yang di tempati gas tersebut.
Hubungan antara volume (V) dan tekanan (P) gas adalah:
                                PV=k (suatu tetapan) 
     c.  Mol
          1 mol adalah banyaknya gram suatu unsur atau molekul yang besarnya sama dengan       angka masa atom relatif (Ar) atau masa angka molekul relatif (Mr)nya. 
      d.       Bilangan Avogadro (NA )
1 mol adalah banyak atom dalam 1 mol unsur atau banyaknya molekul dalam 1 mol suatu senyawa.
             NA=6,02 × 1023
Hukum gas ideal: tekanan absolut/mutlak p dari n kilomole gas yang mempunyai volume V ada hubungan dengan temperatur mutlak T sesuai
                        pV=nRT

 dimana R=8324J/kmol.K disebut konstanta gas universal.Bila volume tersebut berisi m kilogram gas yang mempunyai massa molekul (atau massa atomik)M,maka n=m/M.keadaan-keadaan khusus dari hukum gas ideal,yang diperoleh dengan mempertahankan semua besaran,kecuali dua buah,dalam keadaan konstan,adalah
Ø  Hukum Boyle (n,T konstan):              pV = konstan
                  Ø  Hukum Charles (n,p konstan):         V/T  = konstan 
                  Ø  Hukum Gay-lussac (n,V konstan)  (p )/(T )= konstan
   
 
NOL ABSOLUT (NOL MUTLAK): Dengan n dan p konstan (hukum Charles),volume berkurang secara liniear dengan T dan (bila gas dipertahankan dalam keadaan ideal) akan mencapai nol pada T=0 K.Mirip dengan itu,dengan n dan  V konstan (hukum Gay-Lussac),tekanan akan berkurang menjadi nol dengan temperatur.Temperatur khas ini,dimana p dan V akan mencapai nol,disebut nol mutlak. 


KEADAAN NORMAL.Keadaan normal suatu gas didefinisikan sebagai berikut:
                       
                     T = 273,15  k = 0°C  p = 1,013 × 105 pa = 1 atm

Dalam keadaan normal,1 kmol gas ideal bervolume 22,4 m3.
Hukum Dalton Tentang Tekanan Parsial: Definisi: tekanan parsial atau suatu komponen dalam campuran gas adalah tekanan dari komponen itu seandainya sendirian mengisi seluruh volume gas yang tersedia.Maka dari itu,jumlah tekanan suatu campuran gas yang tidak reaktif dari bersifat ideal,adalah sama dengan jumlah tekanan parsial semua komponen gas.
Soal-Soal Tentang Hukum Gas yang membicarakan perubahan keadaan dari p1,V1,T1 menjadi p2,V2,T2 dengan mudah dapat diselesaikan dengan menulis hukum gas ideal dalam bentuk:

 (p1 V1)/T = (p2 V2)/T2   (untuk n konstan)
 Hukum-Hukum Gas Ideal
Hukum boyle : Hasil percobaan Boyle menyatakan apabila suhu gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan,maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya.
                         p1V1 = p2V2 
Hukum Charles : Charles meyatakan bahwa jika tekanan gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan,maka volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya. 
                          V1/T1 = V2/T2
Hukum Gay Lussac : Gay Lussac menyatakan bahwa jika voume gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan,maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya.  
                          P1/T1  = P2/T2 
Hukum Boyle-Gay Lussac
  Apabila hukum Boyle,hukum Charles,dan hukum Gay Lussac digabungkan,maka di peroleh persamaan sebagai berkut.    
        (p1 V1)/T1 = (P2 V2)/T2 
Keterangan:
  p1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
  p2  : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
  V1: volume gas pada keadaan 1 (m3)
  V2 : volume gas pada keadaan 2 (m3)
  T1: suhu mutlak gas pada keadaan 1 (k)
  T2: : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (k)
 
(Sumber buku : Teori dan soal-soal Fisika edisi kedelapan oleh Frederick J. Bueche, Ph. D.)
 
 
 
 
GAS IDEAL DALAM KIMIA
                   

    Menggabungkan hukum Boyle dan charles,persamaan dapat diturunkan yang memberikan sesuatu yang baru mengenai perubahan tekanan dan suhu pda volume gas.Hal ini dikenal sebagai persamaan gas ideal gabungan.Menurut hukum Boyle,jika diberikan massa gas pada suhu konstan,maka menurut hukum charles,jika V1 adalah volume gas pada suhu T1 dan tekanan p1 dan V2 adalah volume gas yang sama pada suhu T2 dan tekanan p2.Hubungan diatas sangat berguna untuk mengubah volume gas dari satu keadaan ke satu keadaan yang lain.Nilai konstanta proporsionalitas (K) bergantung pada kuantitas gas.Volume gas berbanding lurus dengan jumlah mol gas pada suhu dan tekanan konstan (hukum Avogadro).Ini berarti bahwa ‘K’ berbanding lurus dengan jumlah mol ‘n’. 
    Persamaan gas ideal juga dikenal sebagai persamaan keadaan gas karena mengungkapkan hubungan kuantitatif antara empat variabel yang menggambarkan keadaan gas.Hukum gas ideal adalah persamaan matematis.Hukium gas ideal ini merupakan persamaan empiris yang telah diuji untuk beberapa gas.Gas yang mengikuti hukum gas ideal ini disebut gas ideal.Hukum gas ideal dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terutama mengenai sifat gas.Hubungan yang menunjukan bagaimana volume gas bergantung pada tekanan,temperatur dan jumlah mol gas dapat ditunjukan oleh persamaan diatas.Gas ideal dalam kimia adalah kumpulan molekul-molekul dengan gerakan kacau balau,acak tapi berkesinambungan kecepatannya bertambah jika temperatur dinaikan.Molekul-molekul gas terpisah jauh satu sama lain,kecuali selama tabrakan dan bergerak tak bergantung satu sama lain.Nilai V,n,p dan T diketahui maka keadaan gas dapat diketahui.
   Penggunaan yang paling penting yang biasa digunakan dalam ilmu kimia adalah untuk memprediksi volume suatu gas ketika tekanan berubah,ataupun sebaliknya. 


Fenomena Terkait Gas Ideal
Þ    Botol menjadi kempes setelah dimasuki air panas
Pernahkah anda memasukan air panas kedalam botol?misalnya anda pergi kekebun dengan membawa sebuah kopi dan kopi tersebut anda masukan ke dalam sebuah botol.Tanpa anda sadari botol yang berisi air kopi hangat itu mengalami kempes,seperti tersedot bukan?jika anda tidak mengetahui itu tentu saja anda akan mengabaikanbegitu saja.Mengapa hal itu terjadi?Ternyata ini bisa dijelaskan didalam teori gas ideal.Pada saat kopi hangat dimasukkan pada botol kemudiaan menutupnya segera dan pergi kekebun.Selama di perjalanan suhu pada kopi hangat anda sedikit-sedikit akan turun menyesuaikan dengan lingkungan disekitarnya.Turunnya suhu pada kopi ini menyebabkan rumus gas ideal bekerja.Yaitu ketika suhu turun menyebabkan tekanan didalam botol menjadi turun.Jadi hal itulah yang menyebabkan botol kopi anda menjadi kempes atau seperti tersedot.

Þ      Ban motor menjadi kempes jika lama tidak digunakan
Mengapa ban motor bisa kempes jika lama yidak digunakan? Ternyata ini dapat di jawab dengan logis melalaui formula gas ideal ini.Ketika kita sering menggunakan motor,motor akan menjadi panas.Bukan hanya pada mesin saja yang panas,namun juga terjadi pada body dan juga pada ban.Ban motor akan sering bersentuhan dengan aspal yang tentunya panas sekali.Nah pada saat ban ini panas berarti suhu pada ban ini meningkat bukan?ketika suhu meningkat otomatis tekanan didalam ban juga ikut meningkat,sesuai dengan formula gas ideal diatas.Ketika motor lama tidak anda gunakan menyebabkan suhu pada motor menjadi dingin,begitu juga dengan ban.Bila kita menyimpan motor dirumah,dilantai batu maka ban akan lebih dingin lagi.Hal ini menyebabkan suhu pada ban motor menurun.Ketika suhu ban ini turun otomatis tekanan didalam ban berkurang.Hal ini yang menyebabkan ban motor akan kempes setelah lama tidak digunakan.

Þ      Pompa sepeda
Saat memompa sepeda,udara dari dalam pompa dipaksa masuk pada ban sepeda.Saat memaksa udara dari pompa menuju ban menyebabkan udara didalam pompa menjadi tertekan karena harus bergantian masuk pada ban melalui lubang pentil yang sempit.Tekanan yang tinggi didalam pompa ini menyebabkan udara yang keluar dari mulut pentil sangat cepat saat memompanya.


               
Contoh Soal Gas Ideal
 
1. Berat gas ideal yang bersuhu 18áµ’C,bertekanan 765 mm Hg dan bervolume 1,29 liter ternyata 2,71 gram.Berapakah BM gas itu?
    Diketahui:  T =291 K, m = 0,00271 kg, V = 0,00129 m3,R = 8314 J/kmol ⋅ K
    Ditanya  : M...?
    Penyelesaian:

    Dipakai  pV = (m/M)RT maka
    M = mRT/pV
    M = ((0,00271 kg)(8314 J/kmol∙K)(291 K))/([(765/760)(1,01 × 〖10〗^5  N/m^2)](0,00129
    m^3)) = 50 kg/kmol 

2. Sejumlah gas oksigen pada tekanan luar 101 kPa,suhu 5 ternyata bervolume 0,0200 m3.Berapakah volumenya bila tekanan diubah menjadi 108 kPa dan suhunya dinaikan menjadi 30?
Diketahui : P1 = 101 kPa,P 2 = 108 kPa,T1 = 278 K,T2 = 303 K 
      Ditanya   : V2....? 
      Penyelesaian:

  (P1 V1)/T1 = (P2 V2)/T2  atau    V2=V1(P1/P2)(T2/T1)
  V2 = (0,020 m3)(101/108)(303/278) = 0,0204 m3
 
  3.Pada suhu 16 dan tekanan 150 kPa sejumlah gas hidrogen bervolume 370 mL.Berapakah volumenya pada suhu -21℃ dan tekanan 420 kPa? 
       Diketahui : V 1 = 370 mL,P1= 150 kPa,P2=420 kPa,T1=273+16=289,T2=273-21=
       Ditanya  : V2....?
       Penyelesaian:

(P1 V1)/T1 = (P2 V2)/T2  atau    V2=V1(P1/P2)(T2/T1)
V2=(370) (150/420)((273-21)/(273+16))= 115 mL
4.Tentukan volume 4,0 g gas oksigen (M=32 kg/kmol) pada keadaan normal! 
     Diketahui: m= 4,0 g , dan M= 32 kg/kmol.  
     Ditanya   : V.....?  
     Penyelesaian:
     Pada keadaan normal,1 kmol bervolume 22,4 m3. Maka,32 kg gas volumenya 22,4 m3,hingga 4
     gas volumenya:

5 .Sebuah tangki bervolume 590 liter berisi gas oksigen pada suhu 20 dan tekanan 5 atm.Tentukan massa oksigen dalam tanki itu.M=32kg/kmol untuk oksigen. 
     Diketaui: p = 5 atm,T=20+273=293 K,V= 590 Liter/0,59 m3,M=32kg/kmol.  
     Ditanya : m....?   
     Penyelesaiaan:
     Pakai pV= (m/M) RT maka
m=pVM/RT = ((5×1,01 ×〖10〗^5  N/m^2)(0,59 m^3)(32 kg/mol))/((8314     J/kmol∙K)(293K)) = 3,9 kg
6.Sebuah tabung bervolume 30 mL berisi setetes nitrogen cair bermassa 2 mg pada suhu yang rendah sekali.Tabung kemudian ditutup rapat.Jika tabung di panasi sampai 20  berapakah tekanan nitrogen dalam tabung?Nyatakan dalam tabung.(M untuk nitrogen 28 kg/kmol.
Dikeahui: V = 30 mL, m = 2 mg,M= 28 kg/kmol
Ditanya : p....?
Penyelesaiaan:
Pakai pV = (m/ M)RT maka
  p = mRT/MV = ((2×〖10〗^(-6) kg)(8314 J/kmol∙K)(293) )/((28 kg/kmol)(30×〖10〗^(-6) m^3)) = 5800 N/m^3
      = (5800 N/m^3) ((1 atm)/(1,01 × 〖10〗^(5 N/m^2 ) ) ) = 0,057 atm
7.Suatu gas ideal dengan volume 1 liter pada 1 atm dan -20.Sampai berapa atmosfir tekanan harus diberikan kepada gas tersebut agar volumenya menjadi 1/2 liter bila temperatur 40?
Diketahui  : V1 = 1, V2 = 1/2,T1 = -20, T2 = 40
Ditanya  : p2 ....?
Penyelesaian:
  (P1 V1)/T1 = (P2 V2)/T2 atau p2 = p1 (V1/V2)(T2/T1)
Maka      p2 = (1 atm)(1/(1/2))((273+40)/(273-20)) = 2,47 atm
9.Berapakah volume 8,00 gram gas helium (M=4 kg/kmol)pada suhu 15 dan tekanan 480 mm Hg?
Diketahui : m= 8,00 gram 0,0080 kg, p = 480 mm Hg, T = 15 , M=  4 kg/kmol
Ditanya  : V.....?
Penyelesaian:

  V =  mRT/Mp  =   (0,0080 kg)(8314 J/ kmol∙K)(288 K)/(4 kg/kmol)[(480/760)(1,01 × 〖10〗^5  N/ m^2 )]   =0,075 m^3= 75 liter

Diketahui: M= 16 kg/mol , T= 20 , p = 5 atm
Ditanya  : m gas metan.....?
Penyelesaiaan:
  Pakai  pV = pM/RT = (5 ×1,01× 〖10〗^5  N/m^2 )(16 kg/kmol)/(8314 J/kmol∙K)(293 K)  = 3,32 kg/m^3

10.Tekanan ukur ( gauge pressure ) didalam ban mobil adalah 305 kPa waktu temperaturnya adalah 15.Setelah berjalan pada kecepatan tinggi,ban menjadi panas dan tekanannya adalah 360 kPa.Berapakah temperatu  r gas dalam ban? Misalkan,tekanan atmosfir (udara luar ) ada;ah 101 kPa.
Diketahui : p1 = 305 + 101=406 kPa, p2 = 360+101 = 461 kPa, T1 = 15
Ditanya  : T2....?
Penyelesaiaan:

  (P1 V1)/T1 = (P2 V2)/T2   atau  T2= T1(p2/p1)(V2/V1)
  T2 = (273 + 15 )(461/406)(1) = 327
  Maka temperatur akhir dari ban adalah 327- 273 = 54


                                   (Sumber buku : Teori dan soal-soal Fisika edisi kedelapan oleh Frederick J. Bueche, Ph. D.)